Saturday, July 7, 2018



DIKLAT MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
DI MAN 1 TUBAN

Pada tanggal 9 s.d. 14 Juli 2018 Diklat Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi(TIK) diadakan oleh MAN Tuban bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Surabaya.
Diklat tersebut dilaksanakan sebanyak 60 JP selama hari 6. Nara sumber terdiri dari pejabat dari Kankemenag Kab. Tuban dan pejabat dari Balai Pendidikan dan Pelatihan(Diklat) Keagamaan Surabaya Prov. Jawa Timur. Sedangkan materi inti disampaikan oleh Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan(BDK) Surabaya sebanyak 3 orang, yaitu Dra.Hj. Asmawati,M.pd., Drs.H. Khamim Tohari dan Zainul Arief, S.Pd.,M.H. Materi yang diberikan sangat dibutuhkan oleh guru-guru di abad milenium ini. Materi inti terdiri dari:
  1. Menyimpan data dengan Google Drive
  2. Membuat quiz dengan program Wondershare Quiz Creator(WQC)
  3. Pembelajaran dengan virtual schoolar dengan schoology, google form, google classroom
  4. Membuat web blogger
Madrasah Aliyah Negeri(MAN) 1 Tuban membuat langkah tepat dalam mengisi libur semester bagi guru-gurunya, yaitu mengadakan Pendidikan dan Pelatihan(Diklat) yang bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan Surabaya. MAN yang terletak di Jalan HOS. Cokroaminoto No.4, Kedungombo ini mempunyai 33 rombongan belajar (rombel), guru sebanyak 76 terdiri dari 60 guru PNS dan 16 Guru Tidak Tetap(GTT). Sedangkan karyawan yang berstatus PNS ada 5 orang dan 14 orang Pegawai Tidak Tetap(PTT). Program yang ditawarkan kepada peserta didik terdiri dari program Agama, Bahasa, IPA dan IPS. Program Agama memberikan keterampilan kepada peseta didik berupa Bedah Kitab Kuning dan Hafidz Al Qur’an yang dibina oleh Kyai dari sekitar madrasah setiap malam Sabtu. Untuk program bahasa, MAN yang dipimpin oleh Drs. Agung Hidayatullah, M.Pd.I ini mengadakan program English Club bekerjasama (MOU) dengan Genta Pare. Sedangkan Program keterampilan bagi IPA dan IPS adalah tata busana dan otomotif.
                MAN 1 Tuban setiap tahun rutin mengadakan Diklat kerja sama (MOU) dengan Balai Diklat Keagamaan Surabaya(BDK). Tahun 2018 ini mereka mengadakan Diklat Teknis Substantif Media Pembelajaran Berbasis Multimedia.  “Diklat kali ini, kami ingin guru-guru dapat meningkatkan kompetensinya dalam penggunaan media pembelajaran, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran berbasis internet dan membuat soal ujian berbasis online seperti Ujian Nasional(UN)”, jelas Kepala MAN 1 Tuban yang dulu pernah menjabat sebagai Kamad MTsN Ngraho dan Kamad MAN 2 Bojonegoro ini.
                Mantan guru ekonomi di Bojonegoro ini menjelaskan bahwa pada zaman now ini guru-guru dituntut untuk “melek” IT (Information Technology) sehingga Diklat ini sangat cocok jika diadakan. Di dalam Diklat multimedia tersebut berisi mata diklat inti yang sangat dibutuhkan oleh para guru, yaitu Mengenal dan Memanfaatkan Search Engine Google dan Google Drive; Memanfaatkan Whatsapp(WA) Untuk Pembelajaran; Mengenal dan Memanfaatkan Soal Online Dengan Wondershare Quize Creator; Membuat Media Pembelajaran Dengan Eclipse Cross Word; Mengenal dan Memanfaatkan Google Schoolar dan Google Forms; Mengenal Blended Learning dan Learning Management System (LMS); Mengembangkan Virtual Classroom dengan Schoology; Membuat Aktifitas Belajar dengan Google Classroom; Mengenal dan Membangun Web Blog dengan Blogspot.
                Diklat Media Pembelajaran Berbasis Multimedia dilaksanakan di Ruang Kelas Bersama(RKB) MAN 1 Tuban yang cukup sejuk karena ada AC dan kipas angin berdiri yang siap mendinginkan ruangan kelas. Diklat tersebut berlangsung selama 6 hari dari hari Senin s.d. Sabtu(9 s.d. 14 Juli 2018). Widyaiswara(WI) Balai Diklat Keagamaan Surabaya  yang setia membimbing para guru untuk belajar ada 3 orang, yaitu Drs.H. Khamim Thohari, M.Ed; Hj. Asmawati, S.H., M.Pd dan Zainul Arief, S.Pd.,M.H. Selain itu nara sumber yang lain disampaikan oleh Kepala Kemenag Kab. Tuban, Drs. Sahid, MM, Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Moch Toha, M.Si dan Kasubag TU BDK Surabaya, Dr. H. Muslimin.
Peserta diklat yang semuanya adalah guru-guru MAN 1 Tuban tersebut sangat antusias dalam mempelajari setiap materi yang diberikan. Setiap materi yang diberikan langsung disertai dengan praktek di depan laptop masing-masing peserta diklat. Namun beberapa guru yang masih menggunakan windows versi lama, yaitu windows 7 dan windows XP, mengalami kesulitan dalam pembelajaran membuat soal dengan program Wondershare Quiz Creator(WQC) karena windows tersebut kurang support untuk menjalankan program WQC tersebut. “Tolong bapak-ibu guru yang masih menggunakan windows 7 atau Windows XP, setelah diklat ini selesai, laptopnya diupgrade ke windows 8 atau 10 ya”, jelas Arief, salah satu pemateri diklat.
Di hari terakhir kediklatan, peserta diklat masih antusias dalam pembelajaran, terbukti waktu break, mereka tetap di depan laptop masing-masing sambil menikmati snack yang disiapkan panitia. Bahkan banyak yang menginginkan tahun depan diklat multimedia ini dilanjutkan kembali.(Rief) 

No comments:

Post a Comment